Nabire, Papua Tengah – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Amrin Ibrahim, S.I.P. memberikan pengarahan kepada seluruh prajurit jajaran Kodam XVII/Cenderawasih melalui video conference (vicon), yang diikuti secara terpusat oleh prajurit Korem 173/PVB di Lapangan Tenis Makorem 173/PVB, Jalan Kusuma Bangsa, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, pada Jumat (20/02/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan satuan sekaligus penguatan komando guna memastikan seluruh prajurit memahami dan melaksanakan setiap penekanan pimpinan dalam rangka mendukung tugas pokok TNI AD di wilayah operasi.
Dalam arahannya, Pangdam menekankan pentingnya meningkatkan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Menurutnya, kekuatan spiritual menjadi fondasi utama dalam membentuk prajurit yang berintegritas, disiplin, dan bertanggung jawab. “Keimanan yang kuat akan menjadi benteng diri dari segala bentuk pelanggaran serta memperkuat moral dalam setiap pelaksanaan tugas,” tegas Pangdam.
Pangdam dalam hal ini juga kembali mengingatkan agar seluruh prajurit melaksanakan dinas dengan sebaik-baiknya sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing. Tidak ada ruang bagi pelanggaran dalam bentuk apa pun, baik pelanggaran disiplin, hukum, maupun penyalahgunaan wewenang. Ia menekankan bahwa setiap tindakan prajurit di lapangan membawa nama baik satuan dan institusi. Oleh karena itu, profesionalisme, loyalitas, dan tanggung jawab harus senantiasa dijaga.
Dalam konteks penugasan, Pangdam menegaskan bahwa wilayah Kodam XVII/Cenderawasih merupakan wilayah operasi yang memiliki tingkat kerawanan tertentu. Prajurit diminta untuk selalu waspada terhadap setiap perkembangan situasi dan kondisi di lapangan.
Setiap kegiatan, baik patroli, pengamanan objek vital, maupun pembinaan teritorial, harus dilaksanakan dengan penuh kesiapsiagaan dan mengikuti prosedur tetap yang berlaku. Seiring perkembangan zaman, Pangdam mendorong seluruh satuan untuk memaksimalkan penggunaan sarana dan prasarana teknologi dalam mendukung pelaksanaan tugas, termasuk pemanfaatan drone untuk monitoring wilayah dan pengawasan kegiatan. Karena penggunaan teknologi dinilai mampu meningkatkan efektivitas pengamanan, memperluas jangkauan pemantauan, serta meminimalisir potensi ancaman di lapangan.
Dalam arahannya, Pangdam juga menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan seluruh instansi pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta komponen masyarakat lainnya. Sinergitas dan komunikasi yang harmonis akan mencegah terjadinya kesalahpahaman serta memperkuat stabilitas keamanan di wilayah satuan masing-masing.
Dalam kegiatan vicon kali ini beberapa penekanan mendasar Pangdam XVII/Cenderawasih secara tegas melarang prajurit terlibat dalam berbagai kegiatan yang bersifat ilegal, seperti Ilegal logging, Ilegal mining, Membacking tempat perjudian dan lokalisasi, Meloloskan imigran gelap, Mengawal turis asing tanpa prosedur resmi, Terlibat dalam narkotika, baik sebagai pengedar maupun pengguna, dan Jual beli amunisi dan senjata (mujat). Beliau menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap pelanggaran tersebut. Setiap prajurit yang terbukti terlibat akan diproses sesuai hukum yang berlaku secara tegas dan transparan.
Mengakhiri pengarahan, Pangdam mengajak seluruh prajurit untuk menjaga kehormatan satuan, memperkuat soliditas internal, serta terus meningkatkan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas.Dengan semangat pengabdian dan loyalitas tinggi, Korem 173/PVB di Nabire selalu berkomitmen untuk senantiasa hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung seluruh program pembangunan di wilayah Papua Tengah dan sekitarnya.










