Minggu, April 5, 2026
No menu items!
BerandaBerita unggulanDanrem 173/PVB Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda Hadiri Giat Gelar Operasional...

Danrem 173/PVB Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda Hadiri Giat Gelar Operasional Tahun 2026 dan Anev Triwulan IV Tahun 2025 Polda Papua Tengah

Nabire Papua Tengah – Komandan Korem 173/Praja Vira Braja, Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda, menghadiri kegiatan Gelar Operasional Tahun 2026 dan Analisis Evaluasi (Anev) Triwulan IV Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Polda Papua Tengah. Kegiatan ini berlangsung di Aula Wicaksana, Jalan Merdeka, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Senin 26/01/2026.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan tugas dan program selama Triwulan IV Tahun 2025 sekaligus menyusun strategi operasional pada Tahun 2026. Acara dihadiri oleh jajaran pimpinan Polda Papua Tengah, unsur TNI, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan terkait.

Dalam sambutannya, Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda menyampaikan bahwa Papua Tengah memiliki karakteristik geografis dan sosial yang unik serta kompleks, mulai dari wilayah pesisir, pegunungan, hingga kawasan tambang Grasberg yang bernilai strategis nasional.

Ia menegaskan bahwa Papua Tengah merupakan ikon strategis nasional dengan potensi besar di berbagai sektor, namun juga menghadapi tantangan dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Kompleksitas wilayah dan kondisi sosial menuntut pendekatan pengamanan yang tepat, terukur, dan berkelanjutan.

Danrem juga menyoroti adanya lompatan peradaban masyarakat yang signifikan, yang disebabkan oleh pengaruh perkembangan teknologi dan arus informasi global yang sangat cepat, sehingga hal ini juga berdampak pada berbagai persoalan sosial. sementara itu, respons masyarakat terhadap aparat negara yang sangat beragam serta kuatnya nilai adat menjadi salah satu faktor penting dalam dinamika keamanan di wilayah papua tengah.

Dalam konteks keamanan nasional, Brigjen Gunarda menegaskan bahwa ancaman tidak selalu berbentuk konflik bersenjata, tetapi juga dapat muncul melalui konflik sosial berkepanjangan. Oleh karena itu, peran TNI tidak hanya dalam pertahanan, tetapi juga pembinaan teritorial dengan pendekatan humanis dan berbasis kearifan lokal.

Ia menambahkan bahwa penanganan persoalan Papua membutuhkan sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan media, guna mewujudkan stabilitas keamanan dan kesejahteraan masyarakat Papua Tengah secara berkelanjutan.Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas sektor serta meningkatkan profesionalisme aparat keamanan dalam menghadapi tantangan tugas di Tahun 2026.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer

Komentar Terbaru