Nabire – Papua Tengah, Komando Resor Militer 173/PVB menggelar kegiatan Coffee Night bersama insan pers se-Papua Tengah, bertempat di lapangan tenis makorem jalan kusuma bangsa kelurahan malompo kabupaten nabire provinsi papua tengah pada Kamis malam (15/1/2026).

Kegiatan dengan mengangkat tema “Silaturahmi Danrem Bersama Media Massa, ada apa dengan papua”, kali ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus momen perkenalan Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda sebagai Komandan Korem 173/PVB yang baru kepada para jurnalis.
Dalam ruang dialog terbuka antara TNI dan media kali ini, para peserta membahas berbagai persoalan Papua yang hingga kini dinilai dan dipandang belum menemukan titik terang, Sejumlah isu strategis mengemuka dalam forum tersebut. Para jurnalis juga menyoroti berbagai persoalan mulai dari peran dan keberadaan TNI di wilayah Papua, pengelolaan Dana Otonomi Khusus (Otsus) yang dinilai belum sepenuhnya menyentuh kesejahteraan rakyat serta aktivitas pertambangan legal dan ilegal.
Dalam kesempatan itu, Brigjen Ketut menegaskan bahwa Papua merupakan tanah yang sangat diberkahi Tuhan dengan kekayaan alam dan budaya. Namun, di sisi lain, kekayaan tersebut justru sering kali menjadi sumber konflik dari kepentingan yang berkepanjangan, “Di mana ada pertambangan, di situlah pasti terdapat suatu permasalahan, yang pada akhirnya masyarakat kecillah yang minim pengetahuan sering kali menjadi korban,” ujarnya.Pada sisi Iain, forum juga menanggapi stabilitas keamanan di sebagian daerah pedalaman juga langsung ditanggapi sangat bijak oleh Brigjen TNI I Ketut mertha gunarda, Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memandang kelompok yang berseberangan prinsip dengan negara sebagai musuh. Menurutnya, mereka tetaplah saudara sebangsa yang harus dirangkul dan diberi pemahaman. “Saya tidak marah kepada saudara-saudara kita yang di gunung. Mereka itu saudara kita juga dan yang salah justru kalau kita biarkan mereka terus dalam ketidaktahuan yang berkelanjutan. Mereka perlu disadarkan, bukan untuk dibenci,” tegasnya.
Danrem dalam hal ini juga menjelaskan bahwa kehadiran TNI di Papua tidak hanya menjalankan fungsi pertahanan saja, tetapi juga melaksanakan tugas-tugas selain perang, terutama dalam membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Ia juga mencontohkan berbagai program teritorial yang telah dilaksanakan, mulai dari membantu pembangunan infrastruktur, pendampingan pertanian, hingga pelayanan sosial di daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau. Brigjen Ketut juga menyebut bahwa penguatan satuan teritorial hingga ke tingkat kabupaten pada saat ini merupakan bagian dari strategi negara agar kehadiran negara dalam hal ini benar-benar dapat dirasakan manafaatnya oleh masyarakat, khususnya di wilayah yang masih tertinggal dalam bidang pendidikan dan pembangunan.
Danrem berharap melalui forum-forum komunikasi seperti ini, sinergi antara TNI dan insan pers semakin kuat dalam mengawal pembangunan, menjaga stabilitas, serta menumbuhkan optimisme masyarakat papua untuk masa depan yang lebih baik.













